KataBuruh.Com,
JAKARTA - Alson Naibaho, Kepala Departemen Pendidikan, Penelitian dan
Pengembangan (Diklitbang) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI)
mengatakan, pendidikan menjadi hal yang sangat penting bagi Buruh untuk
menyongsong era Revolusi Industri 4.0.
Istilah
Revolusi Industri 4.0 muncul pertama kali dalam World Economic Forum untuk
menandakan bahwa dunia telah memasuki fase baru dalam industri.
Dalam
sejarahnya Revolusi Industri Pertama dimulai dengan adanya penemuan mesin uap
dan mesin manufaktur pada abad 18. Kemudian Revolusi Industri Kedua ditandai
dengan adanya penemuan mesin listrik dan produksi massal dan standardisasi
industri pada Abad ke-19.
Pada
Abad ke-20 lahirlah Revolusi Industri Ketiga yang ditandai dengan adanya
komputer dan teknologi informasi, sedangkan Revolusi Industri Keempat atau 4.0,
merupakan revolusi industri yang ditandai dengan pekerjaan yang banyak
menggunakan internet, robot, dan kecerdasan buatan.
Alson
mengatakan, berbagai jenis pekerjaan dan profesi diprediksi akan hilang dan
digantikan dengan robot atau komputer. Bahkan pekerjaan yang hilang juga
berkembang kepada pekerjaan yang sudah mengandalkan skill tinggi dan
pengetahuan.
Oleh
karena itu, dibutuhkan upgrade skill buruh KSBSI untuk menyongsong era ini
dengan program 1 juta sarjana buruh KSBSI.
"Melalui
Pendidikan Sarjana, akan meningkatkan daya saing Buruh KSBSI yang pada akhirnya
berdampak untuk kehidupan yang lebih baik," kata Alson dalam keterangan
resminya, Kamis (8/7/2021).
Dijelaskannya,
KSBSI melalui Diklitbang yang bertugas sebagai pelaksana dari program saru juta
Sarjana, bekerjasama dengan Yayasan Pundi Nasional Abadi (YAPUNASA) terus
melakukan sosialisasi kepada Anggota KSBSI di seluruh Indonesia
"Ini
memang tahun pertama dari program ini. Tentu butuh upaya dari kita, bagaimana
Program ini dapat tersampaikan kepada seluruh Anggota dan juga masyarakat
umum." terangnya.
Sebagai
program jangka panjang, Alson berharap kedepan program ini berjalan dengan
baik, makin mendapat respon positif dari Buruh KSBSI dan juga masyarakat pada
umumnya.
"Kita
butuh dukungan dari berbagai pihak, baik pihak internal KSBSI, seperti DPP
Federasi, Korwil KSBSI, DPC Federasi Sampai tingkat Komisariat, dan juga
dukungan dari eksternal, seperti Pemerintah maupun lembaga-lemabaga terkait,
Kemnaker, Kementerian Perindustrian dan lainnya," tandas Alson.
Pendaftaran
Diketahui,
untuk pendaftaran dan penjelasan sistem kemudahan dalam perkuliahan dan
bagaimana skema pembiayaannya, buruh dapat langsung bertanya atau menghubungi
Diklitbang KSBSI di nomor 0812-8123-9149 dan 0821-1200-5657 (WA).
Sementara
untuk Formulir pendaftaran dapat diakses di https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfqP-n_aWoI0S0ZX70Krl3p8ksSIMzZOFM8YPaSF_dHGOSTuA/viewform. [REDKBB]
Beri komentar