Strategi SB-SP dalam Mendukung Transisi Energi Berkeadilan melalui Capacity Building dan MoU Just Energy Transition

Strategi SB-SP dalam Mendukung Transisi Energi Berkeadilan melalui Capacity Building dan MoU Just Energy Transition

Strategi SB-SP dalam Mendukung Transisi Energi Berkeadilan melalui Capacity Building dan MoU Just Energy Transition

Nasional

JAKARTA -KataBuruh.com, Enam konfederasi besar serikat pekerja dan serikat buruh terus menegaskan komitmen mereka untuk mendukung isu perubahan iklim serta transisi yang berkeadilan. Upaya ini difokuskan pada kebijakan yang memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia dan perlindungan terhadap pekerja yang terdampak, dengan menitikberatkan pada penguatan kemampuan melalui capacity building. Langkah ini mencerminkan salah satu dari empat strategi yang dibahas dalam pertemuan For-JET SP/SB pada April lalu.

Forum Komunikasi Gabungan Konfederasi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh untuk Perubahan Iklim dan Transisi yang Berkeadilan (FOR-JET SP/SB) kembali menggelar kegiatan strategis pada Senin, 15 Desember 2025, di Hotel Golden Boutique Jakarta. Acara tersebut bertemakan "Perumusan Program Capacity Building dan MoU Forum Just Energy Transition".


Elly Rosita Silaban, Presiden KSBSI, dalam sambutannya, memberikan gambaran terkait perkembangan dan berbagai aktivitas FOR-JET SP/SB. Ia juga memaparkan rencana program ke depan sembari menekankan pentingnya diskusi transisi yang komprehensif. Menurutnya, pembahasan tidak hanya seputar peralihan energi, tetapi melibatkan isu lebih luas seperti dampak pergeseran pekerja formal ke informal, perubahan sektor perikanan dan perkebunan, hingga pengaruh teknologi seperti kecerdasan buatan terhadap dunia kerja.

Elly mengimbau agar serikat pekerja tetap menjaga solidaritas, memperkuat sinergi, dan menyatukan kekuatan untuk memperjuangkan hak buruh di luar isu-isu normatif. Ia menekankan bahwa perjuangan kolektif ini menunjukkan kepada pemerintah bahwa serikat buruh memiliki kekuatan yang solid dan terorganisasi. Forum ini tidak hanya menuntut solusi dari pemerintah, tetapi juga menawarkan saran serta ide konkret untuk mendukung implementasi transisi yang berkeadilan.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi para peserta untuk berbagi ide guna mendukung keberlanjutan program. Partisipasi tersebut diharapkan menjadi referensi pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik yang berkaitan dengan perubahan iklim dan transisi adil.

Jumhur Hidayat, Ketua Umum KSPSI Pembaharuan, turut menyampaikan pandangannya mengenai tantangan global dalam transisi energi yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Ia menyoroti persoalan yang dihadapi beberapa federasi SPSI, di antaranya FSPLN SPSI, khususnya terkait perkembangan mobil listrik murni yang berpotensi memengaruhi 1,5 hingga 2 juta tenaga kerja. Ia menekankan urgensi solusi konkret untuk menangani dampak potensial ini.

Selain itu, Jumhur memberikan apresiasi atas langkah progresif yang diinisiasi KSBSI di bawah kepemimpinan Elly dalam mengawal isu transisi berkeadilan. Ia mendukung keberlanjutan kegiatan ini melalui kerja sama dengan pihak terkait serta upaya menggali sumber pendanaan untuk memastikan berjalannya program secara optimal.

Pertemuan FOR-JET SP/SB ini dihadiri perwakilan dari enam konfederasi besar, termasuk KSBSI dengan Elly Rosita Silaban sebagai ketua, KSPSI dengan tokohnya Andi Gani Nena Wea (CAITU), Jumhur Hidayat (Pembaharuan), Yorrys Raweyai, bersama K-SARBUMUSI dan KSPN yang dipimpin Bambang Wirahyoso. Turut hadir Abdul Hakim dari ILO Jakarta sebagai Program Officer dalam kesempatan tersebut. (*Red)



Komentar

Beri komentar