Serikat Pekerja dan Buruh Indonesia Sampaikan Kertas Posisi tentang Perubahan Iklim dan Transisi Energi yang Adil kepada Menteri ESDM

Serikat Pekerja dan Buruh Indonesia Sampaikan Kertas Posisi tentang Perubahan Iklim dan Transisi Energi yang Adil kepada Menteri ESDM

Serikat Pekerja dan Buruh Indonesia Sampaikan Kertas Posisi tentang Perubahan Iklim dan Transisi Energi yang Adil kepada Menteri ESDM

Nasional

JAKARTA--Forum Komunikasi Gabungan Konfederasi Serikat Pekerja Serikat Buruh untuk Perubahan Iklim dan Transisi Yang Adil, yang dikenal sebagai Forum JET (Just Energy Transition) SP/SB, menyampaikan kertas posisi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Selasa, 25 November 2025.

Koordinator Forum JET SP/SB, Elly Rosita Silaban, mengungkapkan bahwa dokumen tersebut telah diserahkan langsung kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. 



Elly menjelaskan bahwa kertas posisi tersebut berisi pandangan Konfederasi Serikat Buruh/Serikat Pekerja Indonesia terkait perubahan iklim dan transisi energi yang adil. Selain itu, juga dilakukan upaya untuk menyepakati pembuatan Nota Kesepahaman yang mencakup pengembangan kapasitas, dialog sosial, konsolidasi, kampanye, serta pertemuan tingkat tinggi.

Prinsip "No One Left Behind" menjadi dasar utama dalam konsep perubahan iklim dan transisi yang adil ini. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa proses menuju ekonomi rendah karbon tidak meninggalkan siapa pun di belakang.

Masalah energi telah menjadi isu global yang mempengaruhi kehidupan pekerja dan keluarganya. Hal inilah yang melandasi enam Konfederasi Serikat Pekerja dan Buruh terbesar di Indonesia untuk mendeklarasikan Forum Komunikasi Gabungan Konfederasi Serikat Pekerja dan Buruh untuk Perubahan Iklim dan Transisi yang Adil, yang dikenal dengan nama FOR-JET SP/SB atau Forum JET SP/SB.

Enam konfederasi yang turut berperan dalam deklarasi ini meliputi KSBSI, KSPSI AGN, KSPSI Pembaharuan (Jumhur Hidayat), KSPSI (Yorris Raweyai), K Sarbumusi, dan KSPN Bambang Wirahyoso.

Forum ini diharapkan menjadi fondasi awal pembentukan Komite Tripartit untuk Perubahan Iklim dan Transisi Energi yang Adil. Inisiatif ini diluncurkan setelah deklarasi forum komunikasi gabungan yang telah diusulkan sejak tahun 2021, sebagai upaya lanjutan untuk melindungi pekerja dari dampak perubahan iklim dan transisi energi, dengan memastikan semua pihak terlibat tidak dirugikan maupun ditinggalkan.

Menurut Elly, perubahan iklim dan transisi energi yang adil merupakan masalah global yang memberikan dampak signifikan pada pekerja dan keluarga mereka. Oleh karena itu, diperlukan posisi yang jelas untuk memungkinkan kolaborasi antara serikat buruh, pemerintah, dan pelaku industri guna mencari solusi bersama.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyambut baik dokumen posisi yang diserahkan oleh Forum JET SP/SB. Ia menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dalam memberikan perlindungan dan peningkatan kapasitas bagi pekerja yang terdampak oleh perubahan iklim dan transisi energi.(Red)



Komentar

Beri komentar