Keberadaan Dewas BPJS (Ketenagakerjaan dan Kesehatan) diatur dan ditugaskan oleh Presiden Republik Indonesia. Proses pembentukan dimulai dengan seleksi yang dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel) yang ditunjuk oleh Presiden, dan hasil seleksinya kemudian ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres).
Pada tahun 2026 ini, proses seleksi calon anggota Dewas telah memasuki tahapan uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan oleh Komisi IX DPR RI. Uji tersebut diadakan pada hari ini, Senin, 2 Februari 2026. Mereka yang menjadi kandidat berasal dari tiga unsur, yaitu pekerja, pemberi kerja, dan tokoh masyarakat.
Nihayatul Wafiroh, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, menyampaikan bahwa para kandidat Dewan Pengawas BPJS diajukan langsung oleh Presiden. Total kandidat yang diusulkan berjumlah sepuluh orang untuk masing-masing BPJS.
Berdasarkan penyataan Nihayatul Wafiroh, Komisi IX DPR RI diberikan tugas untuk memilih lima orang anggota Dewas BPJS Kesehatan dan lima orang anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan. Komposisinya mencakup dua perwakilan unsur pekerja, dua dari unsur pemberi kerja, dan satu dari unsur tokoh masyarakat.dilansir dari Antara.
Proses seleksi untuk calon anggota Dewas BPJS Ketenagakerjaan melibatkan beberapa nama, salah satunya adalah Dedi Hardianto, seorang tokoh senior sekaligus aktivis buruh dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). Selain Dedi Hardianto, nama-nama lainnya dari unsur pekerja yang turut diuji meliputi Djoko Wahyudi, Heru Budi Utoyo, dan Ujang Romli.
Dari unsur pemberi kerja, kandidat yang masuk uji kelayakan adalah Muhammad Aziz Tunny, Dasep Suryanto, Abdurrackhman Lahabato, dan Sumarjono Saragih. Sementara itu, untuk perwakilan unsur tokoh masyarakat terdapat Ardy Susanto dan Alif Noeriyanto Rahman.
Sedangkan untuk calon anggota Dewas BPJS Kesehatan, kandidat dari unsur pekerja di antaranya adalah Afif Johan, Ahmad Naki, Indra Yan, serta Stevanus Adrianto Passat. Dari kelompok pemberi kerja, nama-nama yang diajukan mencakup Mira Sonia Seba Liawati, Paulus Agung Pambudhi, Sunarto, dan Tutut Handayami. Terakhir, sebagai wakil dari unsur tokoh masyarakat terdapat Lula Kamal dan Hermawan Saputra. (*/Red/ KBB)
Beri komentar