JAKARTA,KataBuruh.com – Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) KSBSI
Tahun 2025 digelar di Oasis Amir Hotel, Jakarta Pusat, pada 12-14 Agustus 2025,
dengan tema “Memperkuat Gerakan Buruh Menyongsong Era Pekerjaan Baru”. Kegiatan
ini dihadiri oleh pejabat tinggi, termasuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan
Immanuel Ebenezer dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Presiden
Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban memuji
pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai cukup memperhatikan nasib
dan kesejahteraan buruh. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) KSBSI, Elly
menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap berpihak
pada buruh.

Menurut Elly,
Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatian tinggi terhadap buruh dengan
menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di Monas,
Jakarta. Kehadiran ini dianggap sebagai bukti komitmen pemerintah dalam
mendengarkan aspirasi dan kebutuhan buruh.
Pemerintah telah
merencanakan beberapa poin penting untuk meningkatkan kesejahteraan buruh,
yaitu¹:
– Pembentukan
Satgas PHK: Satuan tugas ini bertujuan menangani kasus Pemutusan Hubungan Kerja
(PHK) massal dan melindungi hak-hak pekerja.
– Penghapusan
Outsourcing: Pemerintah berencana menghapus outsourcing melalui pembentukan
Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN) sebagai langkah konkret memperbaiki
kondisi ketenagakerjaan nasional.
– Pembentukan
Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN): DKBN berpotensi meningkatkan
kesejahteraan buruh melalui pendekatan sistematis dan berbasis data. Dewan ini
juga berfungsi sebagai forum diskusi dan negosiasi antara buruh, pemerintah,
dan pengusaha serta lembaga yang memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk
melakukan perbaikan regulasi.
Dalam pembentukan
DKBN, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana menemui kalangan
pengusaha dan serikat pekerja untuk membahas rencana ini lebih lanjut.
“sebagai salah
satu upaya meningkatkan kesejahteraan buruh dan menghapus sistem outsourcing.
Pembentukan DKBN ini berpotensi memperbaiki kondisi ketenagakerjaan nasional
melalui pendekatan sistematis dan berbasis data,”. Imbuhnya.
Tema Rapat
Koordinasi Nasional (RAKORNAS) KSBSI adalah “Memperkuat Gerakan Buruh
Menyongsong Era Pekerjaan Baru”. Era pekerjaan baru ini ditandai oleh beberapa
faktor, seperti:
– Digitalisasi:
penggunaan teknologi digital dalam berbagai aspek pekerjaan
– Artificial
Intelligence: penggunaan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi dan
produktivitas
– Informalisasi:
peningkatan jumlah pekerja informal yang tidak memiliki perlindungan kerja yang
memadai
– Otomatisasi:
penggunaan mesin dan teknologi untuk menggantikan pekerjaan manusia
– Transisi
Energi: peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan
– Perubahan
Bisnis Global: perubahan dalam struktur bisnis dan perdagangan global yang
mempengaruhi pasar kerja
Era pekerjaan
baru ini membawa dua wajah, yaitu peluang dan ancaman. Di satu sisi, era ini
dapat membawa peningkatan produktivitas dan efisiensi, namun di sisi lain juga
dapat membawa ancaman bagi pekerja, seperti hilangnya pekerjaan dan perubahan
dalam struktur pekerjaan. Oleh karena itu, KSBSI berupaya memperkuat gerakan
buruh untuk menghadapi tantangan-tantangan ini dan memastikan bahwa pekerja
dapat memanfaatkan peluang-peluang yang ada di era pekerjaan baru.
Setingkat Menteri
Sementara itu,
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan mengatakan
bahwa tugas negara bukan hanya melihat problem perburuhan tetapi juga harus
mampu menjadi jembatan yang baik antar buruh, pengusaha dan pemerintah.
“Dan hari ini,
jembatan komunikasi itu sudah terbentuk dengan lahirnya Dewan Kesejahteraan
Buruh Nasional,” tandas Wamenaker.
DKBN adalah
lembaga yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia. Rencana pembentukannya telah
disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional
2025 lalu di Monas.
DKBN bertujuan
untuk memperhatikan nasib buruh dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Oleh
sebab itu, Pembentukannya diharapkan dapat menjadi wadah bagi pemerintah,
pengusaha, dan serikat pekerja untuk bersama-sama merumuskan kebijakan yang
berdampak positif pada kesejahteraan buruh.
Senada dengan
Wamenaker, Wakil Ketua DPR RI Ahmad Sufmi Dasco yang hadir dalam Rakornas KSBSI
2025 menjelaskan bahwa pemerintahan Prabowo konsen dengan masalah perburuhan.
Hal itu ditandai dengan sudah ditandatanganinya DKBN.
“Ini saya mau
bilang, Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional ini isinya adalah pemimpin-pemimpin
buruh besar di Indonesia.” kata Dasco. Tak cuma itu, bahkan para pemimpin buruh
di DKBN ini kedudukannya setingkat menteri.
“Oleh karena itu,
ditulis disitu, setingkat Menteri,” tandas dia.
“Artinya, Pak
Prabowo itu sangat menghargai kawan-kawan Buruh. Jadi dalam kepemimpinan Pak
Prabowo ini gak ada yang gak bisa dibicarakan antara Buruh, Pemerintah dan
Pengusaha.” pungkas Dasco. (/*)
Beri komentar