Laga utama OnePride MMA FN 54 adalah partai perbaikan peringkat kelas flyweight antara sang mantan juara nasional OnePride MMA Adi Rominto melawan Ronal Siahaan. Ronde pertama dimulai kedua petarung tidak langsung menyerang, mereka masih saling mengukur dan sangat berhati-hati. 2 menit berlalu keduanya mulai melepaskan serangan dengan hati-hati sampai ronde pertama berakhir.
Ronde kedua, petarung mulai lebih berani
melepaskan jual beli pukulan dan tendangan. Ronal melakukan clinch dan
melepaskan knee ke arah perut Adi Rominto, namun Adi berhasil lepas. Adi
mencoba melakukan take down namun gagal, ia kemudian berhasil melakukan take
down kedua. Tapi Ronal berhasil bangun dan keduanya bermain atas. Adi kembali
melakukan bantingan namun ronde kedua berakhir.
Pada ronde ketiga, petarung kembali
melakukan jual beli pukulan. Adi membawa Ronal bermain bawah dan menahan Ronal.
Sementara Ronal melepaskan pukulan-pukulan mengganggu agar bisa lepas dari
cengkeraman Adi. Kedua petarung kemudian bermain atas, Adi sempat membanting
Ronal sebelum akhirnya ronde ketiga berakhir. Juri akhirnya memutuskan
kemenangan poin untuk Ronal Siahaan.

“Saya curi-curi poin ketika Adi menahan
saya, karena saat itu saya kesulitan untuk bawa ke atas. Menurut saya Adi itu
keras, apalagi mantan champion kan.” Kata Ronal Siahaan.
Pada co-main event OnePride MMA laga
perbaikan peringkat di kelas atomweight Ucu Rohendi menghadapi pertarungan
kontra Sutikno. Pertarungan dimulai Sutikno memulai serangan, Ucu melakukan
take down. Ucu kemudian terjebak pada posisi guillotine choke, namun ia
berusaha keras untuk lepas. Sutikno kemudian mendapat main position dan
melakukan ground and pound keras ke arah Ucu.
Sutikno bersikeras menahan Ucu bermain
bawah dan melakukan kuncian-kuncian. Namun Ucu juga memiliki tekad yang kuat
untuk lepas dari tekanan Sutikno sampai ronde pertama usai.

Ronde kedua dimulai dengan jual beli
pukulan, Sutikno kemudian melakukan take down. Permainan bawah berlangsung
cukup lama sampai akhirnya Ucu melakukan tap out karena kuncian rear naked
choke yang dilakukan Sutikno sudah terlalu dalam. Sutikno berhasil mengalahkan
Ucu pada ronde 2, menit 1, detik 56.
Sutikno menunjukkan kemampuan
bertarungnya yang jauh meningkat pada pertarungan malam tadi terutama pada
kemampuan graplingnya.
Selanjutnya pada partai perbaikan
peringkat kelas flyweight Taufik Akbar Polontalo bertarung menghadapi Budi
Setiawan. Laga merupakan pembuktian siapa yang tak tarkalahkan, karena keduanya
memiliki rekor belum terkalahkan.
Ronde pertama dimulai, Budi lebih dahulu
memulai serangan. Pertarungan berubah menjadi permainan bawah. Budi terlihat
lebih mendominasi, ia melakukan guillotine choke ke leher Taufik. Ternyata
kuncian ini membuat Taufik menyerah dari Budi di ronde 1, 1 menit, 6 detik.
Budi sukses mempertahankan rekor belum
terkalahkan dan memenangi pertarungan melalui teknik submission gouletine
choke.

Terakhir ada pertarungan perbaikan
peringkat dari kelas featherweight Yudi Cahyadi yang baru memulai debutnya di
OnePride MMA melawan Dedi Kurniawan.
Pertarungan dimulai, Yudi langsung
melepaskan striking, sementara Dedi langsung melakukan take down. Namun Yudi
berhasil lepas dengan melakukan gerakan tomoe nage dan justru mendominasi
pertarungan. Yudi kemudian melepaskan serangan ground and pound bertubi-tubi ke
arah Dedi yang hanya bisa bertahan.
Sampai akhirnya wasit memberhentikan
pertarungan di ronde pertama, menit 1, 49 detik. Yudi sukses memenangkan
debutnya secara TKO dengan teknik ground and pound.
One Pride MMA adalah promotor MMA
terbesar di Indonesia menghadirkan lebih dari 400 petarung dari 50 klub yang
tersebar di Indonesia. Untuk berita terbaru terkait One Pride MMA, silakan
kunjungi www.onepride.net, ikuti kami di Twitter @OnePrideTVOne, Instagram,
Youtube, dan FB di @OnePrideIMMA.
Beri komentar