Marihot, menekankan pentingnya kerja sama antara Dewan Pengurus Cabang (DPC) dengan BPJS Ketenagakerjaan. Fokus utama kerja sama ini adalah melindungi nelayan tangkap yang rentan mengalami kecelakaan kerja di laut.
“Itu harus jadi perhatian serius. Pengurus DPC harus proaktif terhadap persoalan di tingkat Komisariat, dan sebaliknya PK juga cepat tanggap terhadap masalah anggotanya. Tidak mungkin DPC tahu kalau tidak dari PK. Anggota juga jangan lambat menyampaikan kasus yang terjadi di lapangan,” ujar Nainggolan dengan logat khas Bataknya.
Ia menegaskan, jika DPC kewalahan dalam menangani masalah anggota, maka DPP siap turun langsung ke daerah.
“Kami pasti datang. Saya pribadi akan datang ke Ambon membela kawan-kawan, karena kebetulan saya juga seorang advokat,” tegasnya.
Nainggolan juga mengingatkan seluruh pengurus serikat untuk konsisten membela kepentingan anggota.
“Kalau anggota sudah puas, kita pasti senang. Moto kita jelas: ‘Sentuh Satu, Kontak Semua’. Intinya adalah solidaritas. Kawan-kawan harus terus berjuang mensejahterakan kawan-kawan,” paparnya.
Sementara itu, Ketua KSBSI Provinsi Maluku, Yeheskel Haurissa, berharap kehadiran DPC FKUI-KSBSI Ambon dapat membawa semangat baru bagi ribuan nelayan tangkap di Kota Ambon.
“KSBSI punya tanggung jawab bersama pemerintah kota untuk menciptakan kondisi yang nyaman dan iklim usaha yang baik agar investasi bisa tumbuh. Kami berharap Pemkot memberi perhatian serius pada nelayan tangkap,” ujarnya.
Menurut Haurissa, saat ini terdapat lebih dari 2.000 nelayan tangkap di Ambon yang menjadi anggota KSBSI, dengan beragam persoalan kesejahteraan yang dihadapi.
Ia menyebut, pada 2 September 2025 akan digelar seminar khusus tentang kesehatan dan keselamatan kerja bagi nelayan.
“Banyak nelayan tangkap di Kota Ambon belum hidup sejahtera. Melalui seminar nanti, sejumlah isu penting akan kami sampaikan,” tambahnya.
Ditempat yang sama, ketua DPC FKUI SBSI kota Ambon F Alfons, juga melantik Pengurus komisariat FKUI-SBSI kota Ambon
Sebelum pelantikan, kegiatan diawali dengan sosialisasi oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Acara semakin meriah dengan penampilan anak-anak Negeri Hatalai yang mempertontonkan kepiawaian memainkan jukulele, salah satu alat musik tradisional Maluku. (*/Net)
Beri komentar