
KSBSI Sampaikan Tidak Kondusifnya Perburuhan Akibat Omnibus Law ke DPR RI (foto;handi).
Hal itu dikatakan Elly Rosita Silaban
seusai KSBSI beraudiensi dengan DPR RI terkait penyampaian isu terkini kondisi
perburuhan tentang Upah Minimum 2023, maraknya PHK, rencana aksi unjuk rasa dan
tentang tupoksi Tripartit.
"Lalu kita juga mempertanyakan
bagaimana perkembanagan Omnibus Law setelah diputus oleh MK Inkonstitusional
bersyarat." kata Elly kepada awak media di Gedung Nusantara III lantai 4
Komplek DPR RI Jakarta, Kamis (27/10/2022).
"Puji Tuhan, beliau (Sufmi Dasco
Ahmad) tadi mengatakan berinisiatif untuk mengundang Konfederasi lainnya
membicarakan ini (Omnibus Law pasca terbitnya UU PPP)." jelas Elly Rosita
Silaban.
Elly menyayangkan tidak kondusifnya isu
perburuhan akhir-akhir ini, "sebenarnya keributan-keributan (maraknya
aksi demo penolakan Omnibuslaw) ini dikarenakan kurangnya kepedulian pemerintah
dan DPR tentang tuntutan buruh terutama pasca diputus Inkonstitusional, dan
terkesan mengabaikan karena sudah hampir satu tahun tidak ada berita sama
sekali tentang perbaikannya." ungkapnya.
Namun demikian, Elly bersyukur hari ini
telah diterima beraudiensi. "Kita memenuhi undangan beliau, setelah
sebelumnya kami telah mengirimkan surat permohonan untuk bertemu. Harapannya
tidak hanya Konfederasi KSBSI kedepan yang akan diundang, akan tetapi dengan
kebersamaan yang bisa menyelesaiakan itu, bersama sama dengan Konfederasi yang
lain." harapnya.
Elly menekankan kembali jika pemerintah
dan DPR menangani isu ini tidak transparan dan clear tentang Omnibus Law, saya
kira buruh akan tetap menuntut.
"Oleh karena itu, mudah-mudahan
kedepannya, buruh/pekerja akan ikut berpartisipasi. Beliau berjanji akan
mengundang kita lagi, karena memang dibutuhkan dialog sosial dan komunikasi
yang berkelanjutan, hal itu untuk menjaga iklim yang kondusif." bebernya.
Elly juga menyampaikan akan kesiapannya
jika di minta tentang draf perbaikan Omnibus Law UU Cipta Kerja versi buruh.
"Sudah sejak lama, kami persiapkan kertas
posisi tersebut, kita menunggu itikad baik pemerintah dan parlemen dalam hal
ini." tegas Elly.
Terakhir, Ia berharap kesempatan ini
bisa dipergunakan dengan baik. "ini kesempatan yang sangat bagus, dan
ketika nanti Konfederasi diundang semua, kami kira draf yang sudah kami siapkan
akan kami berikan." tandasnya.
Turut mendampingi Presiden KSBSI antara
lain, Dedi Hardianto Sekjen KSBSI, Carlos Rajagukguk Ketum FSB NIKEUBA, Binson
Purba Ketum KIKES, Trisnur Priyanto Sekjen FSB GARTEKS. (handi)
Beri komentar