Tema kongres ini adalah "Menghapus Diskriminasi dengan Menjunjung Tinggi Hak Asasi Manusia, Meningkatkan Perlindungan dan Keadilan Sosial Pekerja Migran Melalui Serikat Buruh."
Pembukaan kongres dipimpin langsung oleh Elly Rosita Silaban, Presiden KSBSI. Dalam pidato pembukaannya, Elly menekankan pentingnya kehadiran SEBUMI sebagai sebuah entitas yang memiliki makna besar dan strategis. "SEBUMI akan menjadi tempat perjuangan, pendidikan, pendampingan hukum, solidaritas, dan advokasi, serta kekuatan politik," ujarnya.
Elly mengajak semua pihak untuk menjadikan SEBUMI sebagai organisasi yang inklusif dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Hari ini, kita membangun bukan hanya sebuah serikat tetapi juga sebuah gerakan untuk pekerjaan layak demi kesejahteraan anggota dan buruh migran," tambahnya.
Dia berharap SEBUMI menjadi wadah besar bagi seluruh pekerja migran Indonesia. "Dengan persatuan kita menjadi kuat, dengan solidaritas kita mampu menghadapi tantangan, dan dengan perjuangan bersama kita dapat memastikan setiap pekerja migran dapat bekerja dengan aman serta hak-haknya dihormati," lanjut Elly.
Acara pembukaan Kongres I SEBUMI juga dihadiri oleh Dedi Hardianto, Sekretaris Jenderal DEN KSBSI yang merangkap Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, perwakilan dari 13 federasi afiliasi KSBSI, dan para tamu undangan lainnya. (*)
Beri komentar