Usai peresmian, Jenderal Sigit dan pimpinan buruh berpose bersama dengan
mengepalkan tangan kiri di depan kantor. “Hidup buruh!” seruan Sigit
yang disambut antusias oleh pimpinan serikat buruh.
Jenderal
Sigit disambut kehadirannya oleh sejumlah tokoh penting dalam gerakan
buruh, antara lain Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh
Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Buruh
Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban, dan Presiden Konfederasi
Buruh Merdeka Indonesia (KBMI) Wahidin. Hadir pula Presiden Asosiasi
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) Mirah Sumirat, Dewan
Penasihat KSPSI Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat, serta para pemimpin
serikat pekerja dan buruh lainnya.
Dalam kunjungan tersebut,
Jenderal Sigit didampingi oleh beberapa pejabat Polri, seperti Kadiv
Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, direktur Tindak Pidana Tertentu
Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni, kepala Badan Intelijen dan
Keamanan Polri Komjen Yuda Gustawan, serta Kapolda Metro Jaya Komjen
Asep Edi Suheri.
Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menyampaikan
bahwa pendirian sekretariat bersama ini merupakan tonggak bersejarah,
mengingat untuk pertama kalinya berbagai serikat buruh di Indonesia
dapat bersatu dalam satu forum perjuangan.
“Selamat atas persatuan semangat perjuangan buruh Indonesia!” ujar Sigit yang disambut meriah dengan tepuk tangan.
Lebih
lanjut, ia menyoroti pentingnya persatuan buruh dalam menghadapi
ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah dan tekanan ekonomi
dunia. Menurutnya, dukungan dari seluruh elemen bangsa, termasuk buruh,
diperlukan oleh pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan
ketahanan nasional.
Jenderal Sigit juga menyoroti pentingnya
menjaga keseimbangan antara perlindungan hak-hak pekerja dan iklim
investasi. Ia memandang bahwa iklim investasi yang baik akan menciptakan
lebih banyak kesempatan kerja.
Di kesempatan tersebut, Jenderal
Sigit mengungkapkan sejarah kedekatannya dengan kalangan buruh sejak
menjadi Kapolda Banten periode 2016-2018. Pada masa itu, ia mengubah
pendekatan pengamanan peringatan Hari Buruh agar polisi bersama massa
buruh dapat merayakannya secara damai.
Kapolri juga menyatakan
bahwa ia telah turut mendukung aspirasi buruh terkait Undang-Undang
Cipta Kerja hingga akhirnya Mahkamah Konstitusi menerima sebagian
gugatan mereka.
“Saya pernah sampaikan beberapa waktu lalu bahwa
saya termasuk di antara sedikit orang yang menolak Omnibus Law, terutama
mengenai Cipta Kerja,” ungkap Jenderal Sigit sambil disambut tepuk
tangan gemuruh dari para pimpinan buruh. Ia menambahkan bahwa ia
diam-diam berjuang bersama teman-teman buruh, termasuk Pak Andi Gani,
untuk terus mengawal proses tersebut, dan akhirnya mereka mencapai
kemenangan di Mahkamah Konstitusi. (*/)
Beri komentar