Elly Rosita Silaban: Peran Strategis Dialog Sosial dalam Mewujudkan Kesejahteraan Pekerja di Era Perubahan

Elly Rosita Silaban Presiden KSBSI

Elly Rosita Silaban: Peran Strategis Dialog Sosial dalam Mewujudkan Kesejahteraan Pekerja di Era Perubahan

Nasional

JAKARTA --Setidaknya 100 perwakilan dari 12 federasi yang berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menghadiri workshop dialog sosial untuk Pengurus dan Anggota Serikat Pekerja/Buruh. Acara ini digelar oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Senin dan Selasa, 27-28 Oktober 2025.



Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membahas berbagai isu terkini, seperti Undang-Undang Ketenagakerjaan, pengupahan, serta persoalan lainnya. Menurutnya, pekerja saat ini hidup di era yang penuh perubahan, termasuk digitalisasi, otomatisasi, dan dampak perubahan iklim, yang menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menghilangkan sejumlah pekerjaan lama. Dalam hal ini, serikat buruh memiliki peran penting untuk memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal.

Elly menekankan bahwa di tengah perubahan besar ini, pekerja tidak hanya dituntut untuk beradaptasi, tetapi juga memerlukan dukungan agar tidak ada yang terabaikan. Dalam pembukaan workshop dialog sosial di Orchardz Hotel Jayakarta, Mangga Dua, Jakarta Utara, pada Senin, 27 Oktober 2025, ia mengungkapkan pentingnya peranan dialog sosial dalam membangun kepercayaan antar pihak.

Dialog sosial, lanjut Elly, lebih dari sekadar pertemuan antara pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh. Ini adalah proses membangun hubungan saling percaya yang setara, di mana semua pihak bersama-sama mencari solusi atas permasalahan yang ada dengan tujuan mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan pekerja buruh Indonesia. Ia berharap pemerintah dapat memasukkan dialog sosial sebagai bagian integral dari tata kelola ketenagakerjaan nasional, menjadikan kebijakan yang berkaitan dengan pekerja sebagai hasil diskusi terbuka yang mengutamakan transparansi.

Sementara itu, Indra SH MH, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan yang hadir mewakili Kemnaker dalam acara tersebut, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud kehadiran pemerintah dalam mendukung KSBSI serta dialog sosial bagi buruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa meskipun kondisi efisiensi sedang diterapkan, pemerintah tetap berupaya menggali potensi yang dapat dikerjasamakan demi kepentingan bersama.

Indra menambahkan bahwa dialog sosial tidak dimaksudkan untuk menyulitkan posisi konfederasi, federasi, atau organisasi buruh dalam bersikap. Sebaliknya, forum ini bertujuan memperkuat langkah strategis serikat buruh melalui diskusi dan kolaborasi. Menurutnya, Kemnaker ingin memberikan kontribusi yang lebih bermakna melalui kegiatan seperti ini.

Selain Elly Rosita dan Indra, acara ini juga dihadiri oleh Olivia Matiur Yunieka selaku Koordinator Bidang Pemberdayaan Organisasi Pekerja dan Pengusaha. Turut hadir pula Sekjen KSBSI Dedi Hardianto, Deputi Bidang Konsolidasi KSBSI Martua Raja Siregar, Deputi Bidang Program KSBSI Ema Liliefna, Bendahara KSBSI Rasmina Pakpahan, serta jajaran Pengurus DPP dan anggota federasi afiliasi KSBSI lainnya. (Red/KBB)  berita di muat ada di ksbsi.org   kantorberitaburuh.com



Komentar

Beri komentar